Agen Foredi Gel Kuningan


Foredi Gel Kuningan Alamat Apotik Agen Foredi di Kuningan





Foredi Gel di Kuningan – Bisa anda dapatkan dengan langsung ketemuan dengan kami dengan COD atau bayar di tempat khusus kota Kuningan. Dengan penjualan lewat COD, memungkinkan konsumen lebih aman dan langsung ketemu dengan kami. Dikirim lewat kurir yang siap antar langsung ke alamat anda di kota Kuningan dan juga bisa di Kuningan juga.

Penjualan Foredi hanya bisa lewat online saja, dan lewat jaringann atau member. Jadi tidak ada di Apotek atau toko obat. Karena untuk menjaga kualitas produk dan menjaga nama baik pakar ternama yang merekomendasikan produk Foredi Gel ini. Dengan begitu, maka penjualan produk Original Foredi ini, benar-benar terjaga sampai ke tangan konsumen.
Agen Foredi di Kuningan
Agen Jual Foredi di Kuningan bisa kami layani dengan COD atau bayar di tempat dengan janjian ketemuan dengan kami. Bisa juga diantar ke alamat anda lewat kurir kami yang standby untuk antar ke alamat anda. Mohon jangan mendadak yaa, demi menjaga agar tidak bentrok jadwal kirimnya ke konsumen.
Jual Foredi di Kuningan lewat jasa antar di tempat alamat anda. Bisa alamat rumah, bisa alamat kantor anda di sekitar Kuningan atau antar dengan janjian ketemuan di lokasi yang disepakati bersama. Semisal: Anda ingin pesan 3 box Foredi dengan janjian / kesepakatan ketemuan di depan Taman Kota Kuningan. Jam 12 siang atau jam 4 sore ketemuan, bisa akan kami jadwalkan pengiriman ke sekitar Taman Kota.
Dengan kesepakatan tempat lokasi untuk ketemuan, maka konsumen akan lebih merasa nyaman untuk mendapatkan produk Original Foredi Gel rekomendasi Boyke Dian Nugraha ini. Produk khusus pria dewasa langsung dari agen resminya di Kuningan. Siap melayani antar lanngsung. jangan sungkan untuk menghubungi kami terlebih dahulu sebelum membuat janjian ketemu.

Agen FOREDI GEL di Kuningan siap antar langsung ke alamat anda di sekitar Kuningan dan Kuningan

Bukan hanya kota Kuningan, kami agen resmi Foredi bisa juga melayani antar langsung ke sekitar Kuningan jawa barat. Jadi anda yang  berada di Kuningan juga bisa lanngsung dengan mudah mendapatkan foredi gel ini.
Apakah ASLI? Dijamin produk Original / Asli, sebab masih tersegel hologram langsung dari pabriknya. Asli tersegel rapat dari perusahaan PT. Abe Indonesia. Dijamin Aman dan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan utuh dan selamat. Jangan khawatir kami sebagai Agen sudah mendapat kode agen sendiri dengan kode agen: MID 0038993 / MC556.

Bagaimana Cara Pesan Foredi di Kuningan?
Untuk membeli Foredi gel ini, bisa langsung kontak atau sms ke nomor kami. Atau bisa lewat WA kami bisa langsung direspon cepat dengan tujuan COD di Kuningan mana. Yang terpenting untuk janjian ketemuan lokasinya tidak begitu jauh, bisa dengan lokasi di tengah kota Kuningan agar sama-sama mudah dan cepat.
Kalau anda di Kuningan bisa juga kok janjian ketemuan atau COD. Bisa cod dengaan bayar langsung di tempat di sekitar Waru Kuningan. Tinggal sms/WA atau kontak nomor kami: Pesan 1 box foredi atau 3 box foredi dengan janjian ketemuan di Terminal Kuningan, Kuningan. Atau boleh janjian ketemuan di Jalan Siliwangi Kuningan.

CEPAT, MUDAH, AMAN DAN NYAMAN BUAT KONSUMEN UNTUK MENDAPATKAN FOREDI GEL REKOM. BOYKE DIAN NUGRAHA
Toko online ini kami siapkan khusus anda di sekitar Kuningan dan Kuningan untuk mendapatkan Foredi Gel dengan mudah dan cepat. Pemesanan lewat COD dan bayar di tempat adalah metode bertransaksi masa kini demi kenyamanan konsumen indonesia. Berbelanja aman dan nyaman lewat toko online foredi di Kuningan.
Saya Gak ada Waktu buat COD, juga malu jika diantar ke Kantor dan rumah saya
Jangan khawatir. Paket Foredi yang kami antar kami bungkus rapat dan tidak terlihat isinya. Dijamin privasi anda terjaga demi kenyamanan konsumen dan pelanggan foredi di Kuningan. Bisa kok diantar cepat ke alamat dan lokasi disepakati bersama. Jadi orang kantor di tempat anda bekerja tidak akan tahu. Dan jika ke alamat rumah anda tidak akan tahu.
Kok kayak terselbung gitu ya..! Tidak sih sebenarnya. Itu kami jelaskan bagi anda yang merasa malu untuk membeli Foredi. Toh produk foredi ini LEGAL dan Direkomendasikan pakar Boyke Dian Nugraha. Jadi apa yang salah. Benar-benar aman dan Legal ijin BPOM. Jadi jangan takut..!
Siap untuk memesan Foredi langsung ke nomor HP Agen Resmi Foredi di Kuningan? Langsung saja klik di bawah ini untuk menuju Nomor HP kami, : 0895802751982


 Agen Foredi Gel Kuningan, Agen Foredi Gel Kuningan, Agen Foredi Gel Kuningan
STOK GASA TIDAK ADA = KOSONG !
Gasa sudah tidak diproduksi lagi. Karena sekarang sedang diformulasi ulang untuk peningkatan kualitas dan akan dipasarkan dengan NEW BRAND

Informasi di bawah ini adalah mengenai GASA yang sudah tidak diproduksi.
Isi website ini akan diperbaharui pada saat informasi mengenai PRODUK BARU telah tersedia.

Neo GP adalah 100% produk herbal (Tumbuhan Alami), menjadi solusi bagi anda yang membutuhkan produk herbal "keperkasaan pria" yang AMAN, LEGAL & BERKUALITAS TINGGI! Tidak mudah mendapatkan produk sekelas demikian, Neo GP membuat Pria "dikagumi" di mata istri, tanpa efek samping yang merugikan seperti pada obat kuat pada umumnya!
Neo GP 100% TERBUAT DARI HERBAL KELAS TERBAIK, BUKAN MURAHAN!
Muira Puama bukan herbal "murahan", bukan jenis herbal yang biasa anda temukan di produk herbal keperkasaan yang ada dipasaran pada umumnya.
Muira Puama adalah herbal langka dari brazil yang digunakan oleh suku asli Amazon untuk memperbaiki libido & tenaga extra!
Epimedii Herba adalah herbal yang populer direkomendasikan oleh ahli herbal dunia, Herba epimedi berasal dari tanaman Epimediumgrandiflorum. Sejak 2000 tahun lalu, Herba epimedii di daratan Cina digunakan sebagai pemacu gairah seksual alami (Natural afrodisiak) dengan kandungan alkaloid Icariin & sekaligus meningkatkan kualitas ereksi.
Epimedii Herba berfungsi untuk:
  • Mengoptimalkan fungsi testosteron.
  • Membantu bagi yang Libido Lemah karena stress (karena kesibukan yang tinggi).
  • Melancarkan peredaran darah.
  • Meningkatkan Kualitas EREKSI dan tahan lama dengan cara melebarkan pembuluh darah kapiler
  • Aman bagi penderita jantung & Diabet.
  • Nyaman bagi penderita darah tinggi & kolesterol.
  • Tidak menyebabkan Ketergantungan.
  • Tidak menyebabkan jantung berdebar.
  • Meningkatkan produksi androgen (hormon seksual pria)
  • Memperbaiki jumlah sperma pada pria
Agar anda tidak salah membeli produk, simak terjemahan "bebas" dari :
Ejakulasi Dini & Disfungsi Ereksi
, memakai bahasa yang mudah dipahami orang awam.
EJAKULASI DINI (ED) :
Keluarnya sperma lebih cepat dari yang diinginkan, penderita ejakulasi dini bisa punya masalah ereksi, bisa juga tidak.
JIKA tidak punya masalah ereksi, cukup gunakan FOREDI saja.
JIKA ereksi juga bermasalah (mudah keluar + organ vital loyo/lembek) silahkan gunakan
FOREDI + Neo GP.
DISFUNGSI EREKSI (DE) :
Tidak bisa ereksi keras (organ vital lemas/loyo/lembek) & seringkali belum terjadi ejakulasi atau bisa ejakulasi tapi ereksi lemah, untuk MASALAH EREKSI solusinya bukan FOREDI melainkan Neo GP supaya LEBIH KENCENG.

Untuk membeli FOREDI silahkan kunjungi website FOREDI :
www.foredigel.biz

Untuk Membeli NEO GP Silahkan Kunjungi website : WWW.NEOGP.BIZ


FOREDI & Neo GP adalah produk ABE dengan produsen & rekomendasi spesialis yang sama.
FOREDI + Neo GP jika dipadukan hasilnya LEBIH MANTAP...!!

 

Batas-batas wilayah

Pemerintahan

Kecamatan Kuningan merupakan pusat pemerintahan di Kabupaten Kuningan, kantor-kantor lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif Kabupaten Kuningan terpusat di kecamatan ini. Pendopo Kabupaten terdapat di kelurahan Purwawinangun, Kantor DPRD, POLRES, beberapa kantor instansi Pemerintahan terdapat di desa Ancaran, KODIM 0615 terdapat di kelurahan Ciporang dan kantor Pengadilan dan Kejaksaan terdapat di kelurahan Kuningan. Alun-alun dan mesjid Agung Syairul Islam juga terdapat di kecamatan ini. Pusat bisnis seperti pasar, bank, toserba, pertokoan, rumah sakit, apotek juga tersebar di kelurahan Kuningan. Pusat pendidikan menengah seperti SMP, SMU dan SMK baik negeri maupun swasta juga banyak terdapat di kecamatan Kuningan.
Sebagai sebuah kecamatan, kecamatan Kuningan dipimpin oleh seorang camat, letak kantor kecamatan terdapat di Jl. Aruji Kartawinata No. 25.

Pendidikan

Saat ini (2008-2009) terdapat dua sekolah yang dipercaya oleh Departemen Pendidikan sebagai sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yaitu:
  • SMA Negeri 2 Kuningan
  • SMK Negeri 3 Kuningan
  • SMP Negeri 1 Kuningan

Prestasi

Kota Kuningan meraih piala Adipura untuk kategori kota kecil terbersih 7 kali. Lima kali diperoleh secara berturut-turut sejak 1991-1995, tahun 2008 dan yang terakhir pada tahun 2010.

Pusat kota

Pusat Kota Kuningan berada di sepanjang jalan Siliwangi, di mana di sepanjang jalan ini terdapat fasilitas publik seperti: alun-alun, mesjid Agung Syiarul Islam, Pendopo Bupati, kantor pemerintahan, pusat-pusat perbelanjaaan, sekolah, bank, gedung serbaguna, hotel, terminal sampai Lembaga Pemasyarakatan (LP). Sekarang Kota Kuningan sedang dikembangkan setelah dibangunnya jalan lingkar luar Cijoho-Cirendang di sebelah barat dan jalan penghubung Ancaran-Karangtawang di sebelah timur. Bila ditinjau lebih luas Kota Kuningan mencakup kelurahan-kelurahan dan desa-desa yang ada di kecamatan Kuningan (terdiri dari 10 kelurahan dan 6 desa), karena di kecamatan Kuningan terdapat fasilitas-fasilitas fital di Kabupaten Kuningan seperti:
  • Alun-alun dan mesjid Agung Syairul Islam terdapat di kelurahan Kuningan
  • Pendopo (Kantor Bupati) dan Stadion Mashud Wisnusaputra terdapat di kelurahan Purwawinangun
  • Universitas Kuningan terdapat di kelurahan Windusengkahan
  • Kantor KODIM terdapat di kelurahan Ciporang
  • Lembaga Pemasyarakatan terdapat di kelurahan Cijoho
  • Kantor POLRES,DPRD dan kantor-kantor Pemerintahan terdapat di desa Ancaran
  • Taman Kota terdapat di kelurahan Kuningan, Ciporang dan Winduhaji

Pusat perbelanjaan

Di kota Kuningan terdapat beberapa pusat perbelanjaan di antaranya:
  • Surya Departemen Store
  • Yogya Departemen Store
  • Griya
  • Ria Busana
  • Terbit
  • Pasar baru
  • Pasar kepuh
  • Pujasera (menyediakan barang barang kebutuhan seperti : makanan, buah-buahan, tekstil, hewan peliharaan dan ada juga permainan ketangkasan)
  • Pertokoan di jalan Siliwangi (menyediakan barang barang kebutuhan seperti : sembako, makanan, perhiasan emas, tekstil, sepatu, elektronik, obat-obatan dan mainan anak-anak)
  • Pertokoan di jalan Sudirman (menyediakan barang barang kebutuhan seperti : sembako, makanan, elektronik, obat-obatan, komputer dan furniture)
  • Pertokoan di jalan Dewi Sartika (menyediakan barang barang kebutuhan seperti : sembako, makanan dan tekstil)
  • Alfamart, Indomart dan Toserba Fajar

Rumah sakit

Beberapa Rumah Sakit di kota Kuningan di antaranya:
  • Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan di Jl.Jenderal Sudirman No.26
  • Rumah Sakit Juanda di Jl.Ir.H.Juanda No.207
  • Rumah Sakit Wijaya Kusuma di Jl.RE.Martadinata No.136
  • Rumah Sakit Citra Ibu di Jl.Ciharendong No.9 Kel. Cirendang( tutup karena bangkrut)
  • Rumah Sakit Elsyifa di Jl.RE.Martadinata No.108(di seberang polres kuningan
Hotel yang ada di kota Kuningan di antaranya:
  • Hotel Grand Purnama (bintang tiga)
  • Hotel Purnama (kelas melati) di Jl. Siliwangi No.162.
  • Hotel Permata (kelas melati) di Jl. Siliwangi, Komplek Stadiun Mashud Wisnusaputra
  • Hotel Flora II (kelas melati) di Jl. Siliwangi No. 256 Blok Ciharendong.
  • Hotel Cijoho Mulia (kelas melati) di Jl. R.E. Martadinata No. 103.
  • Hotel Budhi Jasa (kelas melati) di Jl. Jenderal Sudirman No. 18
  • Hotel Vankana (kelas melati) di Jl. Otista No. 106 - 108
  • Hotel Anggrek (kelas melati) di Jl. Otista No.112
Gedung Serbaguna di kota Kuningan di antaranya:
  • Sanggariang
  • Gelanggang Pemuda
  • Gelanggang Ewangga

Rumah makan, masakan siap saji, dan kafe

Rumah Makan, Fast Food dan Cafe yang ada di kota Kuningan di antaranya:
  • California Fried Chicken (CFC) di Jl. Siliwangi Komplek Surya Toserba.
  • Ichi Bento di Jl. Siliwangi No.99 Komplek Surya Toserba.
  • Rumah Makan Khas Sunda di Jl. Siliwangi Komplek Surya Toserba Kuningan.
  • Rumah Makan Cahaya Minang di Jl. Siliwangi No.189.
  • Rumah Makan Sederhana di Jl. Siliwangi No.33 Kel. Cigintung.
  • Kanyaka Nursery Resto & Cafe di Jl. Stadio No.15 Kel. Kuningan (Sebelah Barat Gor Ewangga).
  • Rumah Maka Sari Minang di Jl. Dipati Ewangga No.12.
  • Studio Boomers Music & Cafe di Jl. Dewi Sartika No.1.
  • Rumah Makan Pujasera di Jl. Jenderal Sudirman No.3.
  • Rumah Makan Kita di Jl. Jenderal Sudirman No.5.
  • Rumah Makan Rizky Putra di Jl. Jenderal Sudirman Awirarangan-Winduhaji.
  • Rumah Makan Katineung di Jl. Veteran No.10.
  • Rumah Makan Takana Kuningan di Jl. Veteran No.12.
  • Kedai Sensei di Jl. Veteran No 17.
  • Rumah Makan Baturraden di Jl. Veteran No. 45.
  • Rumah Makan Cipta Rasa Saung dan Lesehan di Jl. Veteran No.44/80B.
  • Rumah Makan Srie Barokah di Jl. R.E. Martadinata No. 33 Kel.Cijoho.
  • Rumah Makan Flamboyan di Jl. R.E Martadinata No. 69 Kelurahan Cijoho.
  • Rumah Makan Suka Hati di Jl. R.E Martadinata No. 98 Kelurahan Ciporang.
  • Saung Makan Mayang Ciporang di Jl. R.E. Martadinata Kelurahan Ciporang (Sebelah Barat RS Wijaya Kusuma).
  • Rumah Makan Sarie Nikmat di Jl. R.E Martadinata No. 5 Kel. Ciporang.
  • Warung Nasi Bu Endas di Jl R.E Martadinata No.176 Kel.Ciporang.
  • Rumah Makan Bandung di Jl. R.E Martadinata Desa Ancaran (Depan Gedung DPRD Kab. Kuningan).
  • Rumah Makan Cipondok 2 di Jl. R.E. Martadinata Desa Ancaran.
  • Rumah Makan Cibiuk di Jl. R.E Martadinata No.107 Desa Ancaran.
  • Rumah Makan Sakato di Jl. R.E Martadinata No. 278 Desa Ancaran.

Bank

Bank yang ada di kota Kuningan di antaranya:
  • Bank Mandiri di Jl. Ahmad Yani No. 6
  • Bank Danamon di Jl. Siliwangi Ruko No. 35 - 36
  • Bank Syariah Mandiri di Jl. Siliwangi
  • Bank BCA di Jl. Siliwangi 95
  • Bank Panin di Jl. Siliwangi 95
  • Bank Jabar Banten Jl. Siliwangi
  • Bank BNI di Jl Sudirman No.22
  • Bank BRI di Jl. Ahmad Yani
  • Bank BRI Cab. Dewi Sartika di Jl. Dewi Sartika
  • Bank BTPN di Jl. Veteran

Perkantoran lainnya

  • Kantor Pos di Jl. Ahmad Yani
  • Kantor Pegadaian di Jl. Dewi Sartika
  • Kantor Telkom di Jl. Pasar Kepuh
  • Kantor PLN di Jl. RE Martadinata
  • Kantor PDAM di Jl. RE Martadinata
  • KODIM 0615 Kuningan di Jl. RE Martadinata
  • Polres Kuningan di Jl. RE Martadinata
  • Polsek Kuningan di Jl. Jenderal Sudirman

Tempat wisata

Tempat wisata di kota Kuningan di antaranya :
  • Kolam renang Sanggariang di kelurahan Kuningan.
  • Kolam renang Cibulan
  • Waduk Darma
  • Situs Dalem Tembang Buyut Jenggot, Cangkuang, Pager Barang, Megalitik, Syeh Maulana Akbar, Aria Kemuning, Dipati Ewangga, Dalem Mangkubumi, Geusan Ulun, Buyut Sutamara, Buyut Pangcalikan, Rangga Wulung dan Eyang Demang di kelurahan Kuningan.
  • Situs Monggati, Nitibaya dan Ratu Bungsu di kelurahan Purwawinangun.
  • Situs Eyang Weri di kelurahan Awirarangan.
  • Situs Percatanda dan Pasarean (Nitisara Andel-andel) di kelurahan Ciporang.
  • Situs Pasarean di desa Ancaran.
  • Situs Syeh Karangtawang di desa Karangtawang.
  • Situs Syeh Magelung di desa Kasturi.

Daftar desa dan jumlah penduduk di Kecamatan Kuningan

Kecamatan Kuningan terdiri dari 10 kelurahan dan 4 desa. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah sedangkan desa dipimpin oleh seorang kepala desa atau lebih dikenal sebagai kuwu.
no
desa
Laki-laki
perempuan
Total Jumlah Penduduk
1 Kuningan 6.229 6.249 12.478
2 Purwawinangun 6.690 6.703 13.393
3 Citangtu 2.531 2.374 4.905
4 Cijoho 4.588 4.304 8.892
5 Ciporang 3.313 3.399 6.712
6 Awirarangan 4.543 4.632 9.175
7 Winduhaji 2.448 2.689 5.137
8 Windusengkahan 1.435 1.292 2.727
9 Cigintung 1.725 1.384 3.109
10 Cirendang 2.327 2.280 4.607
11 Karangtawang 2.082 2.132 4.214
12 Ancaran 3.970 3.826 7.796
13 Cibinuang 1.443 1.426 2.869
14 Kedungarum 1.145 1.184 2.329
15 Padarek 1.145 1.094 2.239
16 Kasturi 2.064 2.032 4.096

tOTAL 47.678 47.000 94.678

Seni dan Budaya

Di kecamatan Kuningan berkembang beranekaragam budaya Sunda yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat di antaranya:

Makanan Khas

Ada beberapa makanan khas dari kecamatan Kuningan di antaranya:

Pranala luar

 

Sejarah

Masa Pra sejarah

Diperkirakan ± 3.500 tahun sebelum masehi sudah terdapat kehidupan manusia di daerah Kuningan, hal ini berdasarkan pada beberapa peninggalan kehidupan pada zaman pra sejarah yang menunjukkan adanya kehidupan pada zaman Neolitikum dan batu-batu besar yang merupakan peninggalan dari kebudayaan Megalitikum. Bukti peninggalan tersebut dapat dijumpai di Kampung Cipari Kelurahan Cigugur yaitu dengan ditemukannya peninggalan pra-sejarah pada tahun 1972, berupa alat dari batu obsidian (batu kendan), pecahan-pecahan tembikar, kuburan batu, pekakas dari batu dan keramik. Sehingga diperkirakan pada masa itu terdapat pemukiman manusia yang telah memiliki kebudayaan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Situs Cipari mengalami dua kali masa pemukiman, yaitu masa akhir Neoletikum dan awal pengenalan bahan perunggu berkisar antara tahun 1000 SM sampai dengan 500 M. Pada waktu itu masyarakat telah mengenal organisasi yang baik serta kepercayaan berupa pemujaan terhadap nenek moyang (animisme dan dinamisme). Selain itu ditemukannya pula peninggalan adat dari batu-batu besar dari zaman megalitikum.

Masa Hindu

Dalam carita Parahyangan disebutkan bahwa ada suatu pemukiman yang mempunyai kekuatan politik penuh seperti halnya sebuah negara, bernama Kuningan. Kerajaan Kuningan tersebut berdiri setelah Seuweukarma dinobatkan sebagai Raja yang kemudian bergelar Rahiyang Tangkuku atau Sang Kuku yang bersemayam di Arile atau Saunggalah. Seuweukarma menganut ajaran Dangiang Kuning dan berpegang kepada Sanghiyang Dharma (Ajaran Kitab Suci) serta Sanghiyang Riksa (sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan Kuningan pada zaman kekuasaan Seuweukarma menyeberang sampai ke negeri Melayu. Pada saat itu masyarakat Kuningan merasa hidup aman dan tentram di bawah pimpinan Seuweukarma yang bertahta sampai berusia lama. Berdasarkan sumber carita Parahyangan juga, bahwa sebelum Sanjaya menguasai Kerajaan Galuh, dia harus mengalahkan dulu Sang Wulan - Sang Tumanggal - dan Sang Pandawa tiga tokoh penguasa di Kuningan (= Triumvirat), yaitu tiga tokoh pemegang kendali pemerintahan di Kuningan sebagaimana konsep Tritangtu dalam konsep pemerintahan tradisional suku Sunda Buhun. Sang Wulan, Tumanggal, dan Pandawa ini menjalankan pemerintahan menurut adat tradisi waktu itu, yang bertindak sebagai Sang Rama, Sang Resi, dan Sang Ratu. Sang Rama bertindak selaku pemegang kepala adat, Sang Resi selaku pemegang kepala agama, dan Sang Ratu kepala pemerintahan. Makanya Kerajaan Kuningan waktu dikendalikan tokoh ‘Triumvirat’ ini berada dalam suasana yang gemah ripah lohjinawi, tata tentrem kerta raharja, karena masing-masing dijalankan oleh orang yang ahli di bidangnya. Tata aturan hukum/masalah adat selalu dijalankan adan ditaati, masalah kepercayaan / agama begitu juga pemerintahannya. Semuanya sejalan beriringan selangkah dan seirama.
Ketika Kuningan diperintah Resiguru Demunawan pun (menantu Sang Pandawa), Kerajaan Kuningan memiliki status sebagai Kerajaan Agama (Hindu). Hal ini nampak dari ajaran-ajaran Resiguru Demunawan yang mengajarkan ilmu Dangiang Kuning - keparamartaan, sehingga Kuningan waktu menjadi sangat terkenal. Dalam naskah carita Parahyangan disebutkan kejayaan Kuningan waktu diperintah Resiguru Demunawan atau dikenal dengan nama lain Sang Seuweukarma (penguasa/pemegang Hukum) atau Sang Ranghyangtang Kuku/Sang Kuku, kebesaran Kuningan melebihi atau sebanding dengan Kebesaran Galuh dan Sunda (Pakuan). Kekuasaannya meliputi Melayu, Tuntang, Balitar, dan sebagainya. Hanya ada 3 nama tokoh raja di Jawa Barat yang berpredikat Rajaresi, arti seorang pemimpin pemerintahan dan sekaligus ahli agama (resi). Mereka itu adalah:
  1. Resi Manikmaya dari Kerajaan Kendan (sekitar Cicalengka - Bandung)
  2. Resi Demunawan dari Saunggalah Kuningan
  3. Resi Niskala Wastu Kencana dari Galuh Kawali
Perkembangan kerajaan Kuningan selanjutnya seakan terputus, dan baru pada 1175 masehi muncul lagi. Kuningan pada waktu itu menganut agama Hindu di bawah pimpinan Rakean Darmariksa dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan Sunda yang terkenal dengan nama Pajajaran. Cirebon juga pada tahun 1389 masehi masuk kekuasaan kerajaan Pajajaran, namun pada abad ke-15 Cirebon sebagai kerajaan Islam menyatakan kemerdekaannya dari Pakuan Pajajaran.

Cara Beli Foredi Gel Kuningan, Cara Beli Foredi Gel Kuningan, Cara Beli Foredi Gel Kuningan

Masa Islam

Sejarah Kuningan pada masa Islam tidak lepas dari pengaruh kesultanan Cirebon. Pada tahun 1470 masehi datang ke Cirebon seorang ulama besar agama Islam yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putra Syarif Abdullah dan ibunya Rara Santang atau Syarifah Modaim putra Prabu Siliwangi. Syarif Hidayatullah adalah murid Sayid Rahmat yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel yang memimpin daerah ampeldenta di Surabaya. Kemudian Syeh Syarif Hidayatullah ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, dan mula-mula tiba di Cirebon yang pada waktu Kepala Pemerintahan Cirebon dipegang oleh Haji Doel Iman. Pada waktu 1479 masehi Haji Doel Iman berkenan menyerahkan pimpinan pemerintahan kepada Syeh Syarif Hidayatullah setelah menikah dengan putrinya. Karena terdorong oleh hasrat ingin menyebarkan agama Islam, pada tahun 1481 Masehi Syeh Syarif Hidayatullah berangkat ke daerah Luragung, Kuningan yang masuk wilayah Cirebon Selatan yang pada waktu itu dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung yang bersaudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon, selanjutnya Ki Gedeng Luragung memeluk agama Islam.
Pada waktu Syeh Syarif Hidayatullah di Luragung, Kuningan, datanglah Ratu Ontin Nio istrinya dalam keadaan hamil dari negeri Cina (bergelar: Ratu Rara Sumanding) ke Luragung, Kuningan, dari Ratu Ontin Nio alias Ratu Lara Sumanding lahir seorang putra yang tampan dan gagah yang diberi nama Pangeran Kuningan. setelah dari Luragung, Kuningan, Syeh Syarif Hidayatullah dengan rombongan menuju tempat tinggal Ki Gendeng Kuningan di Winduherang, dan menitipkan Pangeran Kuningan yang masih kecil kepada Ki Gendeng Kuningan agar disusui oleh istri Ki Gendeng Kuningan, karena waktu itu Ki Gendeng Kuningan mempunyai putera yang sebaya dengan Pangeran Kuningan namanya Amung Gegetuning Ati yang oleh Syeh Syarif Hidayatullah diganti namanya menjadi Pangeran Arya Kamuning serta dia memberikan amanat bahwa kelak dimana Pangeran Kuningan sudah dewasa akan dinobatkan menjadi Adipati Kuningan.
Setelah Pangeran Kuningandan Pangeran Arya Kamuning tumbuh dewasa, diperkirakan tepatnya pada bulan Muharam tanggal 1 September 1498 Masehi, Pangeran Kuningan dilantik menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Pangeran Arya Adipati Kuningan (Adipati Kuningan) dan dibantu oleh Arya Kamuning. Maka sejak itulah dinyatakan sebagai titik tolak terbentuknya pemerintahan Kuningan yang selanjutnya ditetapkan menjadi tanggal hari jadi Kuningan
Masuknya Agama Islam ke Kuningan nampak dari munculnya tokoh-tokoh pemimpin Kuningan yang berasal atau mempunyai latar belakang agama. Sebut saja Syekh Maulana Akbar saudara kandung Syekh Datuk Kahfi, yang akhirnya menikahkan putranya, bernama Syekh Maulana Arifin saudara sepupu Pangeran Panjunan, dengan Nyai Ratu Selawati penguasa Kuningan waktu itu putri Pangeran Surawisesa cucu Prabu Siliwangi yang juga menantu Prabu Langlangbuana. Hal ini menandai peralihan kekuasaan dari Hindu ke Islam yang memang berjalan dengan damai melalui ikatan perkawinan. Waktu itu di Kuningan muncul pedukuhan-pedukuhan yang bermula dari pembukaan-pembukaan pondok pesantren, seperti Pesantren Sidapurna (menuju kesempurnaan), Syekh Rama Ireng (Balong Darma). Termasuk juga diantaranya pesantren Lengkong oleh Haji Hasan Maulani.

Pasca Kemerdekaan

Kuningan menjadi tempat dilaksanakannya Perundingan Linggarjati pada bulan November 1946. Karena tidak memungkinkan perundingan dilakukan di Jakarta maupun di Yogyakarta (ibukota sementara RI), maka diambil jalan tengah jika perjanjian diadakan di Linggarjati, Kuningan. Hari Minggu pada tanggal 10 November 1946 Lord Killearn tiba di Cirebon. Ia berangkat dari Jakarta menumpang kapal fregat Inggris H.M.S. Veryan Bay. Ia tidak berkeberatan menginap di Hotel Linggarjati yang sekaligus menjadi tempat perundingan.
Delegasi Belanda berangkat dari Jakarta dengan menumpang kapal terbang “Catalina” yang mendarat dan berlabuh di luar Cirebon. Dari “Catalina” mereka pindah ke kapal perang “Banckert” yang kemudian menjadi hotel terapung selama perjanjian berlangsung. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sjahrir menginap di desa Linggasama, sebuah desa dekat Linggarjati. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta sendiri menginap di kediaman Bupati Kuningan. Kedua delegasi mengadakan perundingan pada tanggal 11-12 November 1946 yang ditengahi oleh Lord Kilearn, penengah berkebangsaan Inggris.

Letak dan pembagian administrasi

Kabupaten Kuningan terletak pada titik koordinat 108° 23 - 108° 47 Bujur Timur dan 6° 47 - 7° 12 Lintang Selatan. Sedangkan ibu kotanya terletak pada titik koordinat 6° 45 - 7° 50 Lintang Selatan dan 105° 20 - 108° 40 Bujur Timur.
Bagian timur wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.
Dilihat dari posisi geografisnya terletak di bagian timur Jawa Barat berada pada lintasan jalan regional yang menghubungkan kota Cirebon dengan wilayah Priangan Timur dan sebagai jalan alternatif jalur tengah yang menghubungkan Bandung-Majalengka dengan Jawa Tengah. Secara administratif berbatasan dengan

Pembagian administrasi

Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan.
Berikut adalah kecamatan-kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kuningan:
  1. Kecamatan Darma
  2. Kecamatan Kadugede
  3. Kecamatan Nusaherang
  4. Kecamatan Ciniru
  5. Kecamatan Hantara
  6. Kecamatan Selajambe
  7. Kecamatan Subang
  8. Kecamatan Cilebak
  9. Kecamatan Ciwaru
  10. Kecamatan Karangkancana
  11. Kecamatan Cibingbin
  12. Kecamatan Cibeureum
  13. Kecamatan Luragung
  14. Kecamatan Cimahi
  15. Kecamatan Cidahu
  16. Kecamatan Kalimanggis
  17. Kecamatan Ciawigebang
  18. Kecamatan Cipicung
  19. Kecamatan Lebakwangi
  20. Kecamatan Maleber
  21. Kecamatan Garawangi
  22. Kecamatan Sindangagung
  23. Kecamatan Kuningan
  24. Kecamatan Cigugur
  25. Kecamatan Kramatmulya
  26. Kecamatan Jalaksana
  27. Kecamatan Japara
  28. Kecamatan Cilimus
  29. Kecamatan Cigandamekar
  30. Kecamatan Mandirancan
  31. Kecamatan Pancalang
  32. Kecamatan Pasawahan

Topografi

Permukaan tanah Kabupaten Kuningan relatif datar dengan variasi berbukit-bukit terutama Kuningan bagian Barat dan bagian Selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut, sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas permukaan laut.
Tabel Elevasi ketinggian tanah wilayah Kabupaten Kuningan
No
Ketinggian (dpl)
Luas (Ha)
Luas (%)
1 < 150 25.394,677 21,24
2 150-1.500 91.297,631 76,35
3 > 1.500 2.878,812 2,41
Ketinggian di suatu tempat mempunyai pengaruh terhadap suhu udara, oleh sebab itu ketinggian merupakan salah saru faktor yang menentukan dalam pola penggunaan lahan untuk pertanian, karena setiap jenis tanaman menghendaki suhu tertentu sesuai dengan karakteristik tanaman yang bersangkutan.
Kemiringan tanah yang dimiliki Kabupaten Kuningan terdiri dari : dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, lereng, lembah dan pegunungan. Karakter tersebut memiliki bentang alam yang cukup indah dan udara yang sejuk, sangat potensial bagi pengembangan pariwisata.
Tabel Luas kemiringan tanah Kabupaten Kuningan
No
Kemiringan (%)
Luas (Ha)
Luas (%)
1 0 - 8 61.803,849 51,69
2 8 - 15 24.924,035 20,84
3 15 - 25 18.437,778 15,42
4 25 - 40 10.583,776 8,85
5 > 40 3.821,682 3,20
Sebagian besar tekstur tanah termasuk kedalaman tekstur sedang dan sebagian kecil termasuk tekstur halus. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingkat kepekaan yang rendah dan sebagian kecil sangat tinggi terhadap erosi.
Tingkat kepekaan terhadap erosi disebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan tanah dengan kemampuannya sehingga berakibat rusaknya proses fisika, kimia dan biologi tanah tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap besar kecilnya intensitas tingkat kepekatan terhadap terhadap erosi adalah faktor : lereng, sistem penggarapan, pengolahan tanah, jenis tanah dan prosentase penutup tanah.
Tingkat kepekaan erosi di Kabupaten Kuningan diklasifikasikan menjadi lima kelas, yaitu :
  • Sangat Peka : 14.258,42 Ha
  • Peka : 17.568,96 Ha
  • Agak Peka : 20.473,43 Ha
  • Kurang Peka : 21.845,69 Ha
  • Tidak Peka : 36.307,00 Ha

Dimanakah Agen Foredi Gel Kuningan, Dimanakah Agen Foredi Gel Kuningan, Dimanakah Agen Foredi Gel Kuningan

Ciawigebang • Cibeureum • Cibingbin • Cidahu • Cigandamekar • Cigugur • Cilebak • Cilimus • Cimahi • Ciniru • Cipicung • Ciwaru • Darma • Garawangi • Hantara • Jalaksana • Japara • Kadugede • Kalimanggis • Karangkancana • Kramatmulya • Kuningan • Lebakwangi • Luragung • Maleber • Mandirancan • Nusaherang • Pancalang • Pasawahan • Selajambe • Sindangagung • Subang

 

Jenis Tanah

Berdasarkan penelitian tanah tinjau Kabupaten Kuningan memiliki 7 (tujuh) golongan tanah yaitu : Andosol, Alluvial, Podzolik, Gromosol, Mediteran, Latosol dan Regosol.
  • Golongan tanah Andosol terdapat di bagian barat kecamatan Kuningan yang cocok untuk ditanami tembakau, bunga-bungaan, sayuran, buah-buahan, kopi, kina, teh, pinus dan apel.
  • Golongan tanah Alluvial terdapat di bagian timur Kecamatan Kuningan, Kecamatan Kadugede bagian utara, Kecamatan Lebakwangi bagian utara, Kecamatan Garawangi dan Kecamatan Cilimus cocok untuk tanaman sawah, palawija dan perikanan.
  • Golongan tanah Podzolik terdapat di bagian selatan kecamatan Kadugede, bagian timur kecamatan Ciniru, bagian timur kecamatan Luragung, bagian selatan kecamatan Lebakwangi dan kecamatan Ciwaru cocok untuk ladang dan tanaman keras.
Tabel Luas jenis tanah di Kabupaten Kuningan
No
Jenis tanah
Luas (Ha)
Luas (%)
1 Alluvial kelabu 4.080,00 3,46
2 Regosol coklat kelabu 700,00 0,59
3 Asosiasi Regosol kelabu + coklat kelabu + latosol 4.072,98 3,46
4 Asosiasi andosol coklat + regosol coklat 4.560,00 3,87
5 Gromosol kelabu tua 1.840,00 1,56
6 Asosiasi Gromosol kelabu kekuningan + Gromosol coklat kelabu + regosol kelabu 13.204,31 11,20
7 Asosiasi mediteran coklat + latosol 11.569,31 9,82
8 Latosol coklat 890,00 0,76
9 Latosol coklat kemerahan 13.803,69 11,71
10 Asosiasi Latosol coklat + regosol 19.232,47 16,32
11 Asosiasi podzolik kuning + hidromorf 11.765,55 9,98
12 Asosiasi podzolik merah kekuningan + latosol merah kekuningan 13.825,82 11,73
13 Kompleks podzolik merah kekuningan + podzolik kekuningan + regosol 18.313,42 15,54

Demografi

Penduduk Kabupaten Kuningan Tahun 2010 Menurut Hasil Suseda sebanyak 1.122.376 orang dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 0,48% pertahun dan Angka Harapan Hidup (AHH) 70,76 tahun. Penduduk laki-laki sebanyak 580.796 orang dan penduduk perempuan sebanyak 564.801 orang dengan sex ratio sebesar 99,3 % artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk laki-laki. Diperkirakan hampir 25% penduduk Kuningan bersifat comuter, mereka banyak yang bermigrasi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sebagainya.
Penduduk Kuningan umumnya menggunakan bahasa Sunda dialek Kuningan. Mayoritas Penduduk Kuningan beragama Islam sekitar 98% (di daerah desa Manislor terdapat komunitas penduduk yang menganut aliran Ahmadiyah), lainnnya beragama Kristen Katolik yang tersebar di wilayah Cigugur, Cisantana, Citangtu, Cibunut, sedangkan sisanya beragama Protestan dan Budha yang kebanyakan terdapat di kota Kuningan. Di wilayah Cigugur juga terdapat penduduk yang menganut aliran kepercayaan yang disebut Aliran Jawa Sunda.
Sebagain besar penduduk kabupaten Kuningan bermatapencaharian sebagai petani (petani penggarap dan buruh tani), dan lainnya bekerja sebagai Pedagang, Pegawai negeri Sipil, TNI, Polisi, Wiraswasta dan sebagainya.
Angka beban tanggungan (Dependency Ratio) Kabupaten Kuningan tahun 2007 kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai angka 50,00. Angka beban tanggungan (ABT) merupakan perbandngan antara penduduk yang belum/tidak produktif (usia 0 - 14 Tahun dan usia 65 tahu ke atas) dibanding dengan penduduk usia produktif (usia 15 - 64 tahun), berarti pada tahun 2007 setiap 100 penduduk usia produktif di Kabupaten Kuningan menanggung sebanyak 50 penduduk usia belum/tidak produktif. Untuk lebih lengkapnya data penduduk serta beberapa informasi demografi kami sajikan dalam tabel di bawah ini.
No
Informasi Demografi
2005
2006
2007
1 Jumlah Penduduk



Total 1.069.448 1.089.620 1.102.354

Laki-laki 534.415 542.645 549.118

Perempuan 535.033 546.975 553.236
2 Laju Pertumbuhan Penduduk 2,80 1,89 1,17
3 Sex Ratio 99,8 99,2 99,3
4 Komposisi Umur



0 - 14 287.231 287.962 280.119

15 - 54 714.032 726.846 734.830

65+ 68.185 74.812 87.405
5 Angka Beban Tanggungan 0,50 0,49 0,50

Pendidikan

Menurut data Suseda tahun 2009, persentase penduduk dewasa yang melek huruf di Kabupaten Kuningan mencapai 98,03 % sedangkan hasil Suseda 2010 menunjuken adanya perbaikan menjadi 98,27%. Begitu pula rata-rata lama sekolah, pada tehun 2009, rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Kuningan sekitar 8,33 tahun meningkat menjadi 8,68 tahun pada tahun 2010.
Persentase penduduk Kabupaten Kuningan usia 10 tahun ke atas yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 72,66 persen; tamat SMP sebesar 13,73 persen; tamat SMU/SMK sebesar 10,88 persen; dan sebanyak 2,72 persen yang tamat pendidikan tinggi (Akademi/Perguruan Tinggi). Berarti dari 1.000 orang penduduk 10 tahun ke atas hanya 27 orang yang berkesempatan menyelesaikan pendldikan tinggi (Diploma, Akademi, Perguruan tinggi).
Adapun Pendidikan Luar Biasa untuk siswa berkebutuhan khusus kini telah banyak ditampung di sebuah lembaga pendidikan siswa berkebutuhan khusus, diantaranya SLBN Kuningan.

Ekonomi

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kuningan pada tahun 2011 mencapai 5,43% lebih tinggi dibanding dengan dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 sebesar 4,39% dan tahun 2010 sebesar 4,99%. Sedangkan Inflasi di Kabupaten Kuningan pada tahun 2010 berdasarkan perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 6,70%. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kuningan sendiri berdasarkan harga konstan tahun 2000 untuk tahun 2011 sebesar Rp. 4,2 Trilyun dan PDRB per kapita berdasarkan harga konstan tahun 2000 pada tahun 2011 mencapai Rp. 3,9 juta. Tingkat daya beli masyarakat Kuningan tahun 2010 menurut data Suseda tercatat sebesar Rp. 549 ribu. Dan tingkat pengangguran di Kabupaten Kuningan angkanya cukup besar yaitu mencapai 7,6% dari total angkatan kerja. Lapangan pekerjaan penduduk Kabupaten Kuningan masih didominasi oleh dua sektor ekonomi yaitu sektor pertanian dan perdagangan. Sektor pertanian masih merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada tahun 2010 dari total penduduk Kabupaten Kuningan yang bekerja, 39% bekerja di sektor pertanian dan 30% di sektor perdagangan.

Seni dan Budaya

Sebagai wilayah yang berada di daerah Priangan timur, kabupaten Kuningan kaya akan seni budaya Sunda yang khas, berbeda dari wilayah Sunda bagian barat. Berikut adalah seni budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kuningan:
Tabel Seni dan Budaya di wilayah Kabupaten Kuningan
No
Jenis Seni Budaya Tradisional
Lokasi
1 Cingcowong,Upacara minta hujan Kecamatan Luragung
2 Sintren Desa Dukuhbadag
3 Goong Renteng Kelurahan Sukamulya
4 Tayuban Kecamatan Ciniru
5 Pesta Dadung Kecamatan Subang
6 Gembyung Terbangan Desa Cilaja
7 Sandiwara Rakyat
8 Wayang Golek
9 Kuda Lumping Kelurahan Citangtu
10 Reog Desa Cengal
11 Calung Desa Cilaja
12 Tradisi Kawin Cai Kecamatan Jalaksana
13 Tari Buyung Kecamatan Cigugur
14 Balap kuda Saptonan Kecamatan Kuningan

Pemerintahan

Sebagai sebuah Kabupaten, Kuningan dipimpin oleh seorang bupati. Bupati sebelumnya dipilih oleh DPRD. Tetapi untuk tahun 2008, pertama kalinya Kabupaten Kuningan mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati secara langsung. Pilkada ini diikuti oleh tiga pasangan, yang dimenangkan oleh incumbent H. Aang Hamid Suganda. Berikut adalah daftar nama-nama bupati yang pernah memimpin Kabupaten Kuningan
No
Nama
Periode
1 Aom Adali 1919-1921
2 Mohamad Ahmad 1921-1940
3 R. Umar Said 1940-1942
4 Rifai 1942-1945
5 Noer (Bupati RI) 1945-1951
6 Sodikin (Recomba) 1947-1948
7 Holan (Recomba) 1948-1949
8 Tikok Abdrurohman 1951-1952
9 Sumitra 1952-1954
10 TB amin Abdulah 1954-1957
11 Yusuf (Pejabat) 1957-1958
12 Saleh Alibasyah 1958-1961
13 Uman Jatikusumah 1961-1966
14 Suminta (Pejabat) 1966-1967
15 R. Aruman Wirangganapati 1967-1973
16 Karli Akbar 1973-1978
17 R.H Unang Sunarjo S.H 1978-1983
18 Drs. H. Moch. Djufri Pringadi 1983-1988
19 Drs. H. Subandi 1988-1993
20 H. Yeng D.S Partawinata SH 1993-1998
21 Drs. H. Arifin Setiamihardja MM 1998-2003
22 H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. 2003-2008
23 H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. 2008-2013
24 Hj. Utje Ch. Hamid Suganda, S.Sos., M.Ap. 2013-2016
25 H. Acep Purnama, S.H., M.H. 2016-2018

Sarana Prasarana

  • Jalan Darat
Total jalan darat di Kabupaten Kuningan adalah sepanjang 446,10 Km
  • Listrik
Jumlah pelanggan yang telah terdaftar hingga tahun 2002 adalah sebanyak 773.747 pelanggan (Unit Pelayanan Cirebon)
  • Telekomunikasi
Pelanggan PT. Telkom untuk daerah Kabupaten Kuningan masuk ke dalam Kandatel Cirebon yakni sebanyak 1.202 pelanggan (Tahun 2002)
  • Sarana Kesehatan
  1. Rumah sakit terdapat 6 buah, 1 milik Pemda dan 5 milik swasta
  2. Puskesmas Pembantu = 70 buah
  1. Puskesmas = 28 buah
  2. Puskesmas dengan fasilitas tempat perawatan = 6 buah
  3. Balai pengobatan swasta = 33 buah
  • Pos Pelayanan Terpadu
  1. 762 Pos Pelayanan Terpadu pratama
  2. 467 Pos Pelayanan Terpadu madya
  3. 89 Pos Pelayanan Terpadu purnama
  4. 7 Pos Pelayanan Terpadu mandiri
  • Tenaga Kesehatan
  1. Dokter umum 54 orang dan dokter spesialis 43 orang
  2. Dokter gigi 19 orang
  3. Bidan yang ada terdapat 321 orang bidan
  • Sarana dan Prasarana Pendidikan
  1. Taman Kanak-Kanak : 211 buah
  2. Sekolah Dasar : 685 buah
  3. Sekolah Menengah Pertama : 88 buah
  4. Sekolah Menengah Umum 27 buah
  5. Sekolah Menengah Kejuruan : 31 buah
  • Hotel
  1. Hotel Berbintang : 3 buah
  2. Hotel Non Berbintang : 35 buah
  • Bank
  1. Bank Pemerintah : 5 buah
  2. Bank Swasta : 7 buah
  3. Bank Pembangunan Daerah : 1 buah
  4. Bank Perkreditan Rakyat : 8 buah

Fasilitas Olahraga

Kuningan mempunyai salah satu stadion kebanggaan yaitu Stadion Mashud Wisnusaputra yang merupakan markas dari tim kesayangan kota Kuningan yaitu Pesik Kuningan. Pesik Kuningan saat ini bertanding pada Divisi I PSSI. Terletak persis di pusat kota Kuningan, stadion ini sangat strategis karena dapat dicapai dari seluruh penjuru kabupaten. Stadion Mashud Wisnusaputra mempunyai kapasitas sebesar 10.000 penonton, termasuk ke dalam stadion kategori D+ untuk tingkat nasional. Pernah dipakai sebagai homebase klub peserta IPL (Indonesian Primer League) asal Bandung yaitu Bandung FC pada IPL tahun 2010-2011. Stadion ini juga kerap dijadikan sebagai tempat latih tanding klub-klub peserta ISL seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta. Untuk tahun 2013 dijadikan sebagai hombase klub peserta ISL (Indonesia Super League) Persita Tangerang. Di dalam kompleks stadion Mashud Wisnusaputra terdapat gelanggang basket, tenis lapangan, lapangan volley ball dan lintasan atletik, juga terdapat wisma yang representatif.
Selain itu di Luragung terdapat kolam renang Tirta Agung Mas salah satu kolam renang Olympic Size terbaik di Jawa Barat

Tujuan Wisata

Wisata Alam
Wisata Budaya
Wisata Hutan
  • Desa Setianegara
  • Desa Jabranti
Wisata Ziarah
Wisata Adat

Daftar Agen Foredi Gel Kuningan, Daftar Agen Foredi Gel Kuningan, Daftar Agen Foredi Gel Kuningan

Makanan Khas dan Cenderamata

Description: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/Tape_Kng_070609_230_tdp.jpg/145px-Tape_Kng_070609_230_tdp.jpg
Peuyeum Kuningan
Makanan dan Minuman: Opak Bakar KARTIKA, Peuyeum, Jeruk Nipis Peras, Angling, Nasi Kasreng (Nasi Bungkus ciri Khas Luragung), Golono (Gorengan Khas Dari Luragung), Keripik Becak, Gaplek Luragung dan Raragudig, ketempling, rengginang.

Cenderamata

  • Batu Ony
  • Batu Granit
  • Suiseki
  • Bonsai
  • Cincin
  • Peti Antik
  • Calung

Akses Transportasi

Angkot Dalam Kota

Bus Antar Kota

Tokoh-tokoh Kuningan

Pemekaran daerah

Kota Kuningan

Ada 16 kecamatan di Kota Kuningan

Jual Foredi Gel Kuningan, Jual Foredi Gel Kuningan, jual Foredi Gel Kuningan

Media massa

TV

Kabupaten Kuningan memiliki beberapa buah stasiun TV nasional dan stasiun TV lokal diantaranya:
- TVRI
- RCTI
- SCTV
- MNC
- Global
- AN TV
- Trans
- Trans 7
- Indosiar
- Metro
- TV One
- RTV Kuningan
- Kuningan TV
- Kompas TV Kuningan
- dll

Surat Kabar

- Radar Cirebon
- Radar Kuningan
- Kompas
- Seputar Indonesia
- infokng.com
- Dll

Radio

89.1 | RSPD Kuningan
89.8 | Megaswara Kuningan
91.4 | Gema FM
92.8 | Intisabi FM
93.2 | Ewangga FM
93.8 | Astia FM
95.1 | Bewara FM
96.5 | Kosgoro FM/Elshinta Kuningan News and Talk (Relay Bandung)
98.1 | Rasuci FM
100.5 | Kuningan FM
101.6 | Gelora FM
103.2 | Rasilima FM
104.8 | RadioQu Kuningan / DM FM
106.8 | Wadi FM
107.2 | Tazkia FM / Sindo Trijaya Kuningan
108.0 | Smantika FM

SUMBER